Tritura : Latar Belakang, Isi Tritura

Tritura - Tri Tuntutan Rakyat ( Tritura ) adalah tiga tuntutan kepada pemerintah yang diserukan para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ( KAMI). Selanjutnya diikuti oleh kesatuan - kesatuan aksi yang lainnya seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), serta didukung penuh oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Tritura : Latar Belakang, Isi Tritura


Latar Belakang 

Ketika gelombang demontrasi menuntut pembubaran PKI semakin keras, pemerintah tidak segera mengambil tindakan. Keadaan negara Indonesia sudah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi terutama Bahan bakar minyak (BBM). Oleh karenanya, pada tanggal 12 januari 1996, KAMI dan KAPPI memelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila menandatangani DPR - GR menuntut Tritura
  
Dapat disimpulkan bahwa latar belakang Tritura ada tiga hal
  1. Ketidakpuasan rakyat pada pemerintah terhadap penyelesaian politik terhadap tokoh - tokoh PKI yang terlibat pemberontakan G30S.
  2. Terjadinya krisis kepemimpinan nasional karena rakyat tidak percaya lagi pada kebijakan Presiden Soekarno.
  3. Krisis ekonomi, akibat devaluasi dan tingginya harga minyak bumi.

Isi Tritura

  1. Pembubaran PKI beserta ormas - ormasnya
  2. Pemberontakan kabinet Dwikora
  3. Turunkan Harga Sembako

Tuntutan pertama dan kedua sebelumnya sudah pernah diserukan oleh KAP- Gestapu (Kesatuan Aksi Penggayangan Gerakan 30 September). Sedangkan tuntutan ketiga baru diserukan saat itu . Tuntutan ketiga sangat menyentuh kepentingan orang banyak.

Pada tanggal 21 Januari 1966 ketua KAMI Pusat tersebut mengintruksikan kepada segenap mahasiswa yang tergabung dalam KAMI Pusat di seluruh kota - kota Universitas dan perguruan tinggi di Indonesia harus besikap sebagai berikut :


  1. Tetap merapatkan barisan perjuangan mahasiswa, tetap berdiri di belakang Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.
  2. Menggalang kekompakan kesatuan segenap potensi mahasiswa dengan semangat rela berkorban, berdisiplin, serta ikhlas mengabdi menjadi satu front yang bisa diuji kemampuannya oleh Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.
  3. Terus meningkatkan penghayatan tritunggal Bung Karno-Rakyat-ABRI dalam satu front demi kepentingan rakyat, nusa dan bangsa menghadapi rongrongan nekolin dan unsur - unsur Gestapu/ PKI.
  4. Mendaftarkan dengan segera pada barisan pendukung Bung Karno pada Gabungan VKOTI untuk tingkat pusat dan Pepelrada setempat tingkat daerah.
  5. Tetap waspada akan usaha pecah belah, intrik, adu domba serta pancingan - pancingan dari pihak nekolim ataupun antek - antek Gestapu/PKI.

Pada tanggal 21 Februari 1966 Presiden Soekarno mengumumkan reshuffle kabinet. Dalam kabinet itu duduk para simpatisan PKI. Kenyataan ini menyulut kembali mahasiswa meningkatkan aksi demontrasinya. Tanggal 24 februari 1966 mahasiswa memboikot pelantikan menteri - menteri baru. Dalam insiden yang terjadi dengan Resimen Tjakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Soekarno, seorang mahasiswa Arif Rahman Hakim meninggal. Pada tanggal 25 Februari 1966 KAMI dibubarkan, namun hal itu tidak mengurangi gerakan - gerakan mahasiswa untuk melanjutkan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).

Rentetan demontrasi yang terjadi menyuarakan Tritura akhirnya diikuti keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 ( Supersemar) oleh Presiden Soekarno yang memerintahkan kepada Mayor Jenderal Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.


Peristiwa - peristiwa yang Berkaitan dengan Tritura

  • 21 Februari 1966, Presiden Soekarno mengumumkan pemberontakan kabinet ( resuffle kabinet ) namun dalam kabinet tersebut masih ada tokoh - tokoh PKI. Hal ini menyebabkan mahasiswa kembali mengadakan aksi demontrasi.
  • 24 Februari 1966, mahasiswa memboikot pelantikan menteri - menteri baru. Seorang mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim meninggal dalam insiden bentrokan dengan Resimen Tjakrabirawa (pasukan pengawal Presiden).
  • 25 Februari 1966 KAMI dibubarkan, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan gelombang demontrasi mahasiswa menurut Tritura.
  • 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang isinya memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto selaku panglima Angkatan darat untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk memulihkan dan ketertiban.

Demikian uraian di atas tentang Tritura : Latar Belakang, Isi Tritura. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan dapat menambah wawasan. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tritura : Latar Belakang, Isi Tritura"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel