Cara Berwudhu dan Shalat Ketika Tangan sedang Diinfus

Cara Berwudhu dan Shalat Ketika Tangan sedang Diinfus - Hukum islam sangat mudah, sebab islam tidak pernah membebankan kepada umatnya. Dan Allah menetapkan sesuatu yang sesuai dengan kadarnya masing - masing serta sesuai dengan manusia. Selalu ada jalan keluar bila kita mau melakukannya. Seperti halnya shalat, perintah shalat Allah wajibkan kepada semua umat islam tanpa kecuali, baik laki - laki maupun wanita, baik sehat ataupun  dalam keadaan sakit. Saat seseorang dalam keadaan sakit maka ia harus wajib melaksanakan shalat sesuai dengan kesanggupannya.


Cara Berwudhu dan Shalat Ketika Tangan sedang Diinfus


Saat seseorang dalam keadaan sakit serta tangannya sedang diinfus, tidak sedikit diantara mereka yang tidak melaksanakan shalat, sebab mereka beranggapan tidak bisa terkena air wudhu' kalau tangan sedang diinfus lantaran dilapisi oleh perban. Sehingga shalat pun tidak mereka kerjakan dikarenakan tidak berwudhu'. Nah, untuk anda yang dalam keadaan sakit atau tangan anda sedang diinfus, jangan cemas kalau anda tidak bisa berwudhu' serta shalat. Karena berikut ini jelaskan tata cara berwudhu ' serta shalat ketika tangan kita sedang diinfus.

Cara Berwudhu ' Bagi Pasien yang Sedang Diinfus

Cara berwudhu ' bagi orang yang dalam keadaan diinfus atau bagi yang tidak boleh kena ari yaitu dengan cara bertayamum sebagai pengganti wudhu. Tayamum yakni mengusap wajah serta kedua tangan dengan debu tanah. Tayamum diperbolehkan bagi orang yang dalam keadaan sakit tidak boleh terkena air. Jika terkena air maka sakitnya akan bertambah parah, untuk itu dibolehkan untuk bertayamum.  Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al - Qur'an Surat An-Nisa ' ayat 43 :

Artinya :
Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau berhubungan dengan istri, sedang kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik ( suci ), usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. " (QS. An-Nisa : 43 ).

Dari ayat tersebut ayat tersebut jelas bahwa Allah memberi keringanan kepada orang yang dalam keadaan sakit dengan cara bertayamum. Akan tetapi bagaimana cara melakukan tayamum bila tangan kita sedang diinfus atau ada perban pada tangan kita, sedangkan debu tanah tersebut tidak bisa terkena anggota tayamum ( tangan ) sebab terhalang perban itu sendiri.
Dalam ajaran islam sudah disebutkan bila tangan kita sedang di infus ( dilapisi perban ) maka ia oleh mengusap perban tersebut sebagai pengganti membasuh tangan. Walaupun tanah tersebut tidak dapat terkena pada kulit yang dilapisi oleh perban itu sendiri. Lantaran mengusap perban bisa menggantikan membasuh tangan bagi orang yang sedang diinfus atau yang memakai perban. Hal ini berdasarkan hadis rosullullah SAW :

Dari Jabir Radhiyallahu 'Anhu' : Kami keluar untuk bersafar, selanjutnya salah seorang di antara kami ada yang terkena batu maka terlukalah kepalanya. Kemudian orang tersebut mimpi basah, lalu orang tersebut bertanya kepada sahabat - sahabatnya : Apakah kalian mendapati untuku keringanan untuk bertayamum ? mereka menjawab : Kami tidak mendapatkan adanya keringanan bagimu sedang kamu mampu untuk menggunakan air. Kemudian orang tersebut mandi lalu meninggal. Kemudian sesudah kami sampai kepada Rasulullah SAW aku memberitahukan kepada beliau mengenai hal ini, selanjutnya Rasulullah SAW Bersabda : " Mereka telah membunuhnya semoga Allah membunuh meraka, mengapa mereka tidak mau bertanya jika mereka tidak tahu, sesungguhnya obat dari tidak tahu adalah bertanya. Sesungguhnya cukup untuknya bertayamum serta menutup lukanya tersebut dengan potongan kain, selanjutnya dia cukup mengusapnya. " (HR. Abu Daud ).

Cara Shalat bagi Orang yang Sedang Diinfus

Shalat tepat harus dikerjakan walaupun kita dalam keadaan sakit serta sedang terpasang infus. Andaikata tidak mampu berdiri untuk itu boleh shalat sambil duduk, jika tidak mampu maka bisa sambil berbaring, jika tidak mampu maka dengan terlentang, bila masih tidak mampu maka dengan isyarat atau dengan hati. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW :

" Shalatlah kamu dalam keadaan berdiri, jika tidak mampu maka dengan duduk. Jika kamu tidak sanggup juga, maka shalatlah dalam keadaan berbaring, " (HR. Al-Bukhari).

Dari hadits tersebut jelas bahwa dalam keadaan apapun kita, shalat wajib ditegakkan. Jadi bila kita dalam keadaan sakit serta dipasang infus maka kita masih bisa shalat sambil berbaring. Dan diperbolehkan bagi orang sakit tersebut  untuk menjamak shalat seperti zuhur dengan ashar, magrib dengan isya, sedangkan subuh tidak bisa dijamak. Atau mengerjakan shalat dzuhur di akhir waktu serta shalat ashar diawal waktu. Shalat Magrib diakhir waktu serta shalat isya diawal waktu. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW :

" Aku shalat jama bersama Rasulullah SAW di Madinah delapan rakaat serta manjama' tujuh rakaat. Beliau SAW mengakhirkan dzuhur dan menyegerakan Ashar, dan beliau juga mengatakan Magrib dan menyegerakan Isya.  (HR. An-Nasa'i ).

Dari hadits tersebut bisa kita simpulkan bahwa dalam sehari semalam orang sakit cuma memerlukan wudhu tiga kali saja. Yakni sebelum shalat dzuhur, sebelum shalat Magrib, serta sebelum shalat subuh. Tentunya, Begitu mudahnya hukum islam. Mudah - mudahan kita termasuk orang - orang yang selalu menjaga shalat walaupun dalam keadaan sakit berat.

Demikian uraian di atas tentang  Cara Berwudhu dan Shalat Ketika Tangan sedang Diinfus. Semoga tulisan ini dapat menyajikan informasi serta menambah pengetahuan untuk kita semua, terima kasih

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Berwudhu dan Shalat Ketika Tangan sedang Diinfus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel