Jalan Cepat : Sejarah, Teknik Dasar

Jalan Cepat - Jarak cepat yakni gerak maju dengan melangkahkan kaki tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kaki melangkah kaki depan mesti menyentuh tanah sebelum kaki tanah meninggalkan tanah. Olahraga jalan cepat walaupun dilakukan dengan cepat namun bukan berarti berlari. Mungkin di benak anda ada yang merasa bingung cepat namun tidak berlari, untuk itu pada artikel kali ini trikuswa.com akan mengupas tentan jalan cepat, dimana meliputi Sejarah, teknik dasar. Untuk informasi lebih jelasnya lagi simak terus uraian di bawah ini.



Jalan Cepat : Sejarah, Teknik Dasar


Sejarah Jalan Cepat

Jalan cepat merupakan salah satu olahraga yang muncul dari kebudayaan Inggris yakni dengan berjalan kaki jarak jauh yang dinamakan dengan pedestrianism. Pada abad ke 19, jalan cepat atau racewalking menjadi olahraga yang cukup digemari di seluruh dunia seperti halnya balap kuda atau pacuan kuda.

Jalan cepat dan pacuan kuda mempunyai satu kesamaan, yakni taruhan. Apa yang menjadikan balapan ini menarik untuk ditempatkan pada taruhan yaitu bahwa pembalap akan menderita melalui balapan yang akan berlangsung dengan kurun waktu yang cukup lama.

Teknik Dasar Jalan Cepat

 

Jalan Cepat : Sejarah, Teknik Dasar
Teknik Dasar Jalan Cepat

Dalam teknik dasar jalan cepat terdapat beberapa tahapan yang mesti dipelajari, diantaranya :

1. Melangkah satu kaki ke depan

Ketika melakukan jalan cepat, secepat apapun waktu berjalan, tidak ada saat melayang di udara. Kaki depan mesti menyentuh tanah sebelum kaki belakang diangkat.

Kesalahan yang kerap terjadi pada tahap ini yaitu sikap badan terlalu kaku, langkah kaki yang kurang pas , tergera - gesa, lutut ditekuk, masih terkesan lari lantaran masih ada saat melayang di udara, kurang adanya keseimbangan serta tidak diikuti gerak lanjut.

2. Melakukan Tarikan kaki belakang ke depan

Pada tahap ini kaki sesudah kaki depan menyentuh tanah secepat mungkin kaki belakang ditarik ke depan untuk melanjutkan langkah - langkah jalan cepat. Bagian tumit menyentuh tanah terlebih dahulu.

Yang mesti dihindari dalam fase ini yaitu jangan terlalu kaku waktu melakukan tarikan kaki belakang
yaitu langkah kaki jangan terlalu kecil ataupun jangan terlalu besar. Jangan sampai kehilangan keseimbangan.

3. Tahap Relaksasi

Tahap relaksasi yaitu tahap antara tahap awal waktu melangkahkan kaki ke depan serta waktu akan melakukan tarikan kaki belakang. Pada tahap ini pinggang berada pada posisi yang sama dengan bahu, sedangkan lengan vertikal serta paralel disamping badan.

4. Tahap Dorongan

Pada tahap ini yaitu gerakan waktu ketiga tahap di atas selesai dilakukan. Tahap dorongan ini yaitu mempercepat laju jalan kaki dengan dorongan tenaga penuh untuk mendapatkan rentang waktu yang secepat mungkin saat melakukan langkah - langkah kaki, tetapi langkah kaki jangan terlalu pendek ataupun terlalu panjang, jaga keseimbangan tubuh.

Yang mesti diperhatikan dalam melakukan jalan cepat yaitu :
  1. Pada waktu berjalan usahakan badan tetap tegak, jangan condong ke depan atau ke belakang. Pundak jangan terangkat, supaya saat melakukan ayunan tangan tidak cepat lelah.
  2. Ketika gerak maju kebanyakan atlet olahraga jalan kaki menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Jangan sampai gerakan tersebut mengganggu kecepatan jalan kaki.
  3. Saat melangkah ke depan pandangan lurus ke depan serta melangkah lurus satu garis antara kaki kanan dan kiri. Pada waktu menumpu, tumit mesti mendarat terlebih dahulu bergerak ke arah depan secara teratur.
  4. Posisi lengan serta bahu, gerakan lengan serta bahu ke depan dan kebelakang secara bergantian kanan dan kiri. Siku ditekuk tidak kurang dari 90 derajat. Kondisi ini dipertahankan sampai akhir perlombaan, jaga keseimbangan serta gerakan tetap rileks.

Itulah beberapa teknik dasar dalam latihan gerak olahraga jalan cepat. Latihan dapat dilakukan di lapangan atau di jalan yang rata. Supaya gerakan lebih gampang serta tidak khawatir tersandung. Latihan seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Bertujuan untuk melatih kekuatan fisik.

Dalam kompetisi jalan cepat umumnya menggunakan lintasan jarak jalan cepat lebih dari 3000 meter sampai 100 km.

Demikian uraian di atas tentang Jalan Cepat : Sejarah, Teknik Dasar. Semoga uraian di ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat serta menambah pengetahuan bagi para pembaca, terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel