Makalah Budaya Politik di Indonesia

Makalah Budaya Politik di Indonesia



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat allah yang senantiasa memberi kemudahan saya dalam pengerjaan makalah yang berjudul Budaya Politik Di Indonesia dengan tepat waktu. Kehidupan manusia didalam masyarakat memiliki peran penting dalam system politik suatu Negara. Setiap warga Negara dalam kehidupan keseharianya hampir bersentuhan dengan aspek – aspek politik.
Kehidupan politik yang merupakandalam interaksi antara wrga Negara dengan pemerintahan, dan ipnstitutsi-institusi diluar pemerintahan (non- formal), telah menghasilkan dan membentuk veriasipendapat, pandangan, dan pengetahuan tentang praktik-praktik politik dalam semua system politik. Semoga makalah ini dapat dijadikan pembelajaran tentang budaya politik di Indonesia dan dapat bermanfaat pula bagi semua pembaca.


                                                                                                               Banjar, Maret 2018
                                                                                                               Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………......... ii
BAB I PENDAHULUAN
         A. Latar Belakang…………………………………………………………….. 1
         B. Rumusan Masalah………………………………………………………..... 1
         C. Tujuan ...................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
         A. Pengertian Budaya Politik………………………………………………… 2
         B. Bentuk-bentuk Budaya Politik ………………………………………….... 3
         C.   Sosialisasi Budaya Pilitik……………………………………………....... 3
         D.   Partisipasi Politik…………………………………………………............. 6
BAB III PENUTUP
         A. Kesimpulan………………………………………………………………... 8
         B. Saran………………………………………………………………………. 8
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kehidupan manusia di dalam masyarakat, memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar, seperti makan, minum, biologis, pakaian dan papan (rumah). Lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian, pemberian upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya.
Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik. Jika secara tidak langsung, hal ini sebatas mendengar informasi, atau berita-berita tentang peristiwa politik yang terjadi. Dan jika seraca langsung, berarti orang tersebut terlibat dalam peristiwa politik tertentu.

B. Rumusan Masalah
Melihat dari latar belakang masalah serta memahami pembahasannya maka penulis dapat memberikan batasan-batasan pada :
1. Pengertian Budaya Politik
2. Budaya Politik Yang Berkembang Dalam Masyarakat indonesia
3. Pentingnya Sosialisasi Pengembangan Budaya Politik

C. Tujuan
1. Agar dapat mengetahui budaya politik di Indonesia.
2. Agar dapat menambah wawasan tentang sosialisasi pengembagan budaya politik.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Budaya Politik
Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurut Benedict R. O’G Anderson, kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompok massa.
Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut :

  • Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain.
  • Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertama menekankan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasionalisme. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk, peranan, dan ciri-ciri budaya politik, seperti militan, utopis, terbuka, atau tertutup.
  • Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan.
  • Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan), sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau men¬dorong mobilitas), prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik).

Baca juga : Makalah Upacara Adat Tabuik

Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli
Terdapat banyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik, sehingga terdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui. Namun bila diamati dan dikaji lebih jauh, tentang derajat perbedaan konsep tersebut tidaklah begitu besar, sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. Berikut ini merupakan pengertian dari beberapa ahli ilmu politik tentang budaya politik.
a. Rusadi Sumintapura
Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
b. Sidney Verba
Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.
c. Alan R. Ball
Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
d.  Austin Ranney
Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.
e. Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.
Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.

B. Bentuk-Bentuk Budaya Politik
1. Budaya Subjek Parochial (The Parochial Subject Culture)
Pada masyarakat dengan bentuk budaya subjek parochial terdapat sebagian besar yang menolak tuntutan-tuntutan ekslusif masyarakat. Pada kegiatan politik hanyalah salah satu bagian yang penting.
2.  Budaya Subjek Partisipan (Subject Participant Culture)
Masyarakat yang memiliki bidang prioritas peralihan dari objek ke partisipan akan cenderung mendukung pembangunan dan memberikan dukungan yang besar terhadap system politik demokrasi.
3.  Budaya Parochial Partisipan (The Parochial Participant Culture)
Budaya politik ini banyak didapati di negara-negara yang relative masih muda (negara-negara yang berkembang). Pada tatanan ini terlihat negara-negara tersebut sedang giat melakukan pembangunan,termasuk didalamnya ialah pembangunan kebudayaan.

Berdasarkan klasifikasi parochial, subjek, dan partisipan. Almond membuat tiga model tentang kebudayaan politik dan disebut model orientasi terhadap pemerintahan dan politik :
a.  Masyarakat demokratis industrial
Kelompok ini selalu mengusulkan kebijaksanaan – kebijaksanaan  baru dan melindungi kepentingan khusus mereka.
b.  System otoriter
Dalam model ini terdapat beberapa kelompok masyarakat yang memiliki sikap politik
berbeda. Mendiskusikan masalah-masalah pemerintahan dan aktif dalam lobbying.
c.  System demokratis praindustriil
Dalam negara dengan model seperti ini hanya sedikit sekali partisipan yang terutama dari professional terpelajar, usahawan dan tuan rumah.

C. Sosialisasi Budaya Politik 
Perbedaan tingkat partisipasi politik seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu yang turut memengaruhi adalah intensitas sosialisasi politik. Sosialisasi dapat diartikan sebagai suatu proses penurunan atau penyerapan nilai dari masyarakat kepada individu dalam masyarakat itu. Proses sosialisasi dijalani seseorang setelah ia bergaul dengan orang lain,entah dengan individu ataupun suatu kelompok masyarakat. Proses ini dijalani seseorang sepanjang hidupnya. Maka dapat disimpulkan sosialisasi politik adalah proses penyerapan nilai yang berkaitan dengan politik. Sebagai gambaran untuk memahami arti sosialisasi politik adalah ketika di kelurahan tempat tinggal akan diadakan kegiatan oleh petugas kelurahan untuk member contoh langkah-langkahmelakukan pemilihan kepala desa. Kegiatan ini bertujuan agar proses pemilihan kepala desa berjalan lancer, sukses, dan semua penduduk dapat memahami dan menghafal langkah-langkah yang harus mereka lakukan. Kegiatan seperti inilah yang disebut sosialisasi politik. Beberapa ahli politik mengungkapkan pengertian sosialisasi politik diantaranya :
1.   Gabriel A. Almond Sosialisasi politik menunjuk pada proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperolah atau dibentuk dan juga  merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan Patokan-patokan politik dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya.
2.    Kenneth P. Langton Sosialisasi politik adalah cara bagaimana masyarakat meneruskan  kebudayaan  politiknya.
3.    Hyman Sosialisasi politik merupakan cara-cara belajar seseorang terhadap pola-pola social yang berkaitan dengan posisi-posisi kemasyarakatannya yang diketengahkan melalui berbagai macam badan masyarakat.
4.    Fred. I Greenstein Sosialisasi politik merupakan penanaman informasi, nilai-nilai dan praktik-praktik politik yang sengaja dilakukan oleh badan-badan instruksional secara formal.
5.    Michael Rush dan Philip Althoff Sosialisasi politik merupakan proses bagaimana memperkenalkan system politik pada seseorang dan bagaimana orang tersebut menentukan tanggapan serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik.               

Pada dasarnya beberapa definisi memiliki kesamaan dan secara sama mengetengahkan segi penting sosialisasi yaitu :

  • Sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar dari pengalaman/pola-pola aksi 
  • Memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas dan lebih khusus berkenaan pengetahuan atau informasi, motif-motif (nilai-nilai), dan sikap-sikap 
  • Sosialisasi itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting), tetapi sosialisasi berlangsung hidup 
  • Sosialisasi merupakan prakondisiyang diperlukan bagi aktivitas social dan baik secara eksplisit memberikan penjelasan mengenai  tingkah laku social. 

Dilihat dari metode penyampaian pesan, sosialisasi politik dibagi menjadi dua, yaitu pendidikan politik dan indoktrinasi politik. Dimana pendidikan politik adalah proses biologis diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui pendidikan politik, masyarakat memahami serta mempelajari nilai-nilai, norma-norma dan simbol-simbol politik negaranya. Proses ini dilakukan dalam upaya pemahaman , penghayatan dan pengalaman nilai, norma dan simbol politik. Contoh pendidikan politik adalah diskusi, seminar , kursus, latihan kepemimpinan , aktif dalam organisasi dll.         Proses indoktrinasi politik merupakan cara proses penurunan nilai-nilai/budaya politik yang dilakukan secara sepihak. Biasanya indoktrinasi politik dilakukan penguasa/pemimpin dengan cara memanipulasi masyarakat agar bersedia menerima nilai, norma serta simbol yang dianggap baik oleh penguasa. Proses ini dilakukan dengan cara :

Latihan yang penuh disiplin
Partai politik dalam system politik-politik otoriter
Pengarahan yang penuh paksaan psikologis

Sosialisasi politik mempunyai peran yang sangat vital bagi pengembangan budaya politik di satu wilayah. Dimana sosialisasi politik berguna untuk meneruskan budaya politik dari satu generasi ke generasi lainnya.
Dengan adanya upaya sosialisasi politik yang intensif dan berkesinambungan dalam masyarakat, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran politik yang tinggi. Baik masyarakat yang tinggal di pusat perkotaan maupun daerah pedesaan yang terpencil sekalipun. Minimal masyarakat dapat mengetahui apa, siapa, dan bagaimana struktur politik di negara mereka.
Dalam melakukan  sosialisasi politik tidak selalu dilakukan secara langsung namun bisa dilakukan  melalui berbagai sarana/agen yaitu sebagai berikut :
1. Keluarga
Keluarga  menjadi agen yang pertama disebutkan karena perannya sangat penting dalam  sosialisasi politik. Karena sebelum seseorang memperoleh sosialisasi politik dari agen lain, mereka terlebih dahulu memperolehnya dari pihak keluarga. Hali ini disebabkan sejak seseorang dilahirkan, pihak keluargalah yang pertama ditemui dan melakukan komunikasi secara intensif. Anak dapat mempelajari seluk beluk politik dari adanya otoritas orang tua. Setiap anak harus patuh pada orang tua, menghormati yang lebih tua , melaksanakan aturan-aturan yang telah disepakati keluarga dll. Pilihan partai politik orang tua pun sedikit banyak dapat memengaruhi pemahaman dan dukungan anak terhadap partai politik yang bersangkutan. Setiap anak diberi kebebasan untuk menentukan keputusannya sendiri. Kadang kala dalam keluarga diadakan musyawarah atau dialog untuk membahas suatu masalah. Setiap anak mempunyai hak untuk mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan sendiri tanpa dipengaruhi orang tua, sikap-sikap seperti akan menumbuhkan jiwa demokratis.

2. Sekolah
Setelah seorang anak memasuki usia sekolah yang dimulai dari usia 5-6 tahun, maka ia siap untuk memperoleh pendidikan dan pengetahuan secara formal melalui bangku sekolah. Meskipun mereka telah mendapat pendidikan dari keluarga, namun hal tersebut belum mencukupi untuk bekal kehidupannya kelak. Ketika seorang anak menempuh pendidikan melalui  bangku sekolah, ia akan diajarkan ilmu pengetahuan melalui beberapa mata pelajaran. Sebagai contoh mata pelajaran yang dapat berfungsi sebagai sosialisasi politik adalah pendidikan kewarganegaraan dan sejarah. Hal-hal  yang sering diajarkan dalam mata pelajaran tersebut adalah mengenai sejarah perjuangan, cinta tanah air, rela berkorban, hak asasi manusia, demokrasi.

3. Kelompok pergaulan
Kelompok pergaulan turut berperan serta dalam sosialisasi politik. Seseorang  bisa dengan mudah merubah pandangan politik mereka akibat pengaruh teman pergaulannya. Kelompok pergaulan misalnya teman bermain dan kelompok persahabatan. Secara langsung atau tidak, sengaja atau tidak , suatu kelompok menyosialisasikan anggota-anggota nya dengan cara mendorong/mendesak mereka untuk menyesuaiakan diri terhadap sikap/perilaku kelompok. Seorang individu pun dengan kerelaan maupun keterpaksaan akan menyesuaikan diri agar dapat diterima kelompok.

4. Tempat kerja
Seperti halnya dalam pergaulan dalam kelompok kerja pun terjadi proses sosialisasi  politik. Seseorang bisa dengan mudah terpengaruh keyakinan politik teman kerjanya. Selain itu , sosialisasi politik dapat juga dilakukan melalui organisasi-organisasi formal maupun nonformal, yang biasa dibentuk dalam suatu organisasi. Saat melakukan pemilihyan pengurus, mereka telah belajar berdemokrasi. Berbagai pengalaman dalam organisasi di perusahaan bisa dijadikan bekal jika ia kelak berkecimpung dalam dunia politik.

5. Media massa
Saat ini kebutuhan masyarakat untuk mengetahui informasi mengenai berbagai hal dari berbagai  wilayah dapat dengan mudah terpenuhi melalui media massa. Karena kini, media massa baik cetak maupun elektronik sudah bisa diakses dengan mudah oleh beberapa kalangan. Contoh sosialisasi politik melalui media massa adalah ketika pejabat pemerintah , misalnya presiden, wakil presiden atau menteri mengadakan sebuah konferensi pers untuk menjelaskan kepada amasyarakat mengenai hasil petemuan mereka dengan pejabat luar negeri. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat dapat memahami bahwa pemerintah mempunyai urusan dengan pejabat pemerintah luar negeri dengan tujuan utama untuk kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan kerja sama ekonomi,dll. Hal ini akan menumbuhkan citra positif pemerintah di mata masyarakat, bahkan mampu mengubah keyakinan politik mereka.

6. Kontak Politik Langsung             
 Kontak politik langsung diartikan sebagai pengalaman nyata yang dirasakan oleh seseorang dalam kehidupan. Ketika seseorang telah mempunyai keyakinan politik terhadap suatu hal, kemudian ia mengalami suatu kenyataan yang berbanding terbalik,maka sia-sialah semua yang telah oa yakini. Misalnya, kita sejak dini selalu ditanamkan bahwa pejabat pemerintah bekerja untuk kepentingan rakyat . sehingga kita mempunyai anggapan positif terhadap pemerintah. Namun suatu ketika ketika, kita mendengar suatu kasus yang melibatkan pejabat di daerha tempat tinggal kita. Maka, secara otomatis kepercayaan dan keyakina politikkita akan berubah drastic. Bahkan kemungkinan terburuk kondisi ini adalah keengganan masyarakat untuk mematuhi hokum.

Adapun pentingnya sosialisasi budaya politik adalah sebagai berikut :

  • Menanamkan nilai-nilai dan norma-norma pada masyarakat pada masyarakat 
  • Mengenalkan visi dan misi partai politik pada masyarakat 
  • Mengenalkan rencana-renacana/ program pemerintah kepada rakyat  sebelum menjadi suatu kebijakan/keputusan 
  • Meningkatkan kualitas partisipasi rakyat dalam pemerintahan 
  • Memperkaya pengetahuan, pemahaman, serta penghayatan rakyat dalam dunia perpolitikan 
  • Meningkatkan frekuensi keterlibatan rakyat dalam pemerintah 

Dalam proses sosialisasi politik, kita mengenal adanya dua jalur sebagai berikut :
Sosialisasi Politik Horizontal
Sosialisasi politik horizontal adalah suatu proses dimana invidu dipengaruhi oleh institusi-institusi masyarakat yang ada dalam tingkatan yang saa dengan individu tersebut. Contoh : teman kerja, teman sekolah/teman bermain
Sosialisasi Politik Vertikal
Sosialisasi politik vertical adalah suatu proses dimana individu-individu dipengaruhi oleh isntitusi-institusi masyarakat yang meiliki tingkatan berbed, searah, ataupun timbale balik. Contoh : atasan kepada bawahan, pemerintah kepada rakyat.

D. Partisipasi Politik
1.    Komunikasi Politik
Komunikasi politik merupakan suatu hubungan timbal balik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dimana rakyat merupakan sumber aspirasi dan sumber pimpinan nasional. Komunikasi politik secara vertical maupun horizontal baik didalam suprastruktur maupun infrastruktur dimaksudkan untuk mewujudkan adanya pengertian-pengertian politik yang dapat diterima oleh semua pihak untuk terwujudnya tujuan politik. Adapun tujuan politik tidak dapat dilepaskan dari tujuan partai politik dan tujuan partai politik juga seharudnya adalah sama dengan tujuan politik yang termaktub dalam UUD Negara.
Tujuan politik yang sama antara partai politik denga tujuan Negara diharakan tidak akan terjadi kompetisi politik yang tidak sehat antar partai politik, mengingat tiap partai politik akan mempunyai disiplin politik, disiplin social, dan disiplin nasional. Setiap kegiatan partai politik tidak akan mengorbankan kepentingan-kepentingan nasional, ideology, dan Negara.

2. Partisipasi Politik
Demokrasi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan budaya politik. Budaya politik di Indonesia pada hakikatnya telah melekat dalam system politik yang berlaku di Indonesia. Pada norma-norma, nilai-nilai serta ketentuan yang ada di Negara kita budaya politik selalu terkait dengan system politik yang berlaku yaitu demokrasi pancasila.
Peran serta masyarakat dalam budaya politik partisipan dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan berikut :

  • Kemampuan berpartisipasi aktif dalam kehidupan politik dengan menggunakan hak poltitk dalam pemilu.
  • Mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga Negara.
  • Memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan pendapat
  • Berjiwa besar menerima kelebihan orang lain dan berlapang dada menerima kekalahan.
  • Mengutamakan musyawarah yang menyangkut kepentingan bersama.
  • Menyampaikan hak demokrasinya sebagaimana diatur dalam UU.
  • Kemampuan berpartisipasi terhadap kegiatan dilingkungan


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya politik sangat penting bagi masyarakat karea budaya politik merupakan system nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik. Praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam pelaksanaannya bisa terjadi secara langsungatau tidak langsung dengan praktik- praktik politik. Jika secara tidak langsung hanya sekedar mendengar informasi, atau berita-berita tentang peristiwa-peristiwa litik yag terjadi. Dan jika secara langsung berarti orang tersebut terlibat langsung dalam peristiwa politik tertentu.

B. Saran
Dalam berpolitik sebaikya dilakukan menurut kaidah-kaidah dan aturan-aturan yang sesuai agar tercipta integrasi nasional. Karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama, dan budaya.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.artikelsiana.com/2015/08/budaya-politik-pengertiani-ciri-macam-para-ahli.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_politik

Demikian uraian di atas tentang Contoh Makalah Budaya Politik di Indonesia. Semoga informasi  di atas dapat menambah wawasan bagi anda semua, terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Makalah Budaya Politik di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel