Makalah : Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah materi pelajaran PKn dengan topik Kehidupan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia tepat pada waktunya. Adapun maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memahami mengenai Kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai manusia biasa, kami menyadari keterbatasan dalam makalah  ini, untuk itu kami harapkan kritik dan saran dari berbagai pihak terutama Bapak Guru dan teman-teman semua, demi karya yang lebih baik.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi seluruh siswa bahkan masyarakat luas, bahwa pentingnya memahami pengetahuan tentang kehidupan bernegara di Indonesia sehingga terciptanya generasi muda yang berkarakter dan mempunyai semangat nasionalisme terhadap negaranya.

                                                                                                                    Banjar,  Mei 2017
                                                                                                             Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
        A. Latar Belakang……………………………………………………………..... 1
        B. Rumusan Masalah………………………………………………………........ 1
        C. Tujuan .......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
        A. Hubungan Pancasila Dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia .............. 2
        B. Kehidupan Bernegara Dalam Konsep Nkri Dan Federal................................. 4
BAB III PENUTUP
        A.    Kesimpulan………………………………………………………………......... 8
        B. Saran……………………………………………………………………….... 8



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah negara yang terbentuk atas dasar semangat perjuangan dan rasa nasionalisme. Namun rasa nasionalisme dari warga negara Indonesia saat ini berbeda dan terasa memudar. Para pejuang kemerdekaan dahulu juga membentuk suatu sistem pemerintahan tersentralisasi didasari atas banyaknya perbedaan dan multikulturalisme yang ada di kepulauan Hindia-Belanda, sehingga diharapkan dengan sistem pemerintahan yang tersentralisasi semua perbedaan yang ada menjadi satu untuk satu tujuan yang sama, yaitu Indonesia. Namun dengan sistem tersentralisasi mengakibatkan kegiatan dan aktivitas negara terpusat di beberapa daerah metropolitan saja dan tidak menyentuh wilayah - wilayah lain yang tertinggal. Seperti yang kita ketahui bahwa memang sudah ada regulasi mengenai otonomi daerah yang memberikan kebebasan kepada masing-masing daerah untuk mengurusi urusan daerahnya sendiri. Namun hal tersebut belum cukup memberikan kebebasan karena daerah Indonesia memiliki kekentalan karakter. Sehingga mengakibatkan adanya daerah di Indonesia yang belum tersentuh.

B. RumusanMasalah
1. Bagaimana hubungan Pancasila dengan NKRI?
2. Bagaimana kehidupan bernegara dalam konsep NKRI?

C. Tujuan
1. Untuk memahami tentang hubungan Pancasila dengan NKRI
2. Untuk memahami kehidupan bernegara dalam konsep NKRI


BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Pancasila Dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Secara umum ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang diorganisir menjadi suatu sistem yang teratur.
1. Politik
Pancasila berfungsi sebagai landasan dan sekaligus tujuan dalam kehidupan politik bangsa Indonesia. Hal ini tampak dalam keberhasilan bangsa Indonesia menjabarkan menjadi program-program dan aturan-aturan permainan dalam proses mewujudkan dan mengembangkan jati diri bangsa sebagai sistem politik Demokrasi Pancasila.

2. Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia
Wawasan Nusasantara berasal dari kata  Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan , tujuan, penglihatan, tanggapan indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, atau cara melihat.
Nusantara berasal dari kata Nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak anatar dua unsur
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

3. Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusantara
Latar belakang yang mempengaruhi tumbuhnya konsep wawasan nusantara adalah sebagai berikut:
a. Aspek Geografis dan Sosial Budaya
Dari segi geografis dan sosial budaya, Indonesia merupakan negara bangsa dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen.
Keunikan wilayah dan heterogenitas itu antara lain sebagai berikut:
  1. Indonesia bercirikan negara kepulauan dan maritim.
  2. Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudera (posisi sialang).
  3. Indonesia terletak pada garis khatulistiwa.
  4. Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim.
  5. Indonesia menjadi jalur pertemuan dua pegunungan yaitu sirkus pasifik dan mediterania.
  6. Wilayah subur dan dapat dihuni.
  7. Kaya akan flora dan fauna dan sumber daya alam.
  8. Memiliki etnik yang banyak sehingga memiliki kebudayaan yang beragam.
  9. Memiliki jumlah penduduk dalam jumlah yang besar, sebanyak 218.868 juta jiwa.
b. Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional
Prinsip geopolitik bahwa bangsa indonesia memandang wilayahnya sebagai ruang hidupnya namun bangsa indonesia tidak ada semangat untuk memperluas wilayah sebagai ruang hidup (lebensraum). Salah satu kepentingan nasional indonesia adalah bagaimana menjadikan bangsa dan wilayah indonesia senantiasa satu dan utuh.
Hakikat dan tujuan wawasan nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan yang mengandung arti:
  1. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi posisi,     dan potensi geografi, serta kebhinekaan budaya.
  2. Pedoman pola tindak dan pola pikir kebijaksanaan nasional.
  3. Hakikat wawasan nusantara: kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dirumuskan fungsi-fungsi wawasan nusantara sebagai berikut:
  1. Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran, paham dan semangat kebangsaan indonesia.
  2. Menanamkan dan menumpukkan kecintaan pada tanah air indonesia sehingga rela berkorban untuk membelanya.
  3. Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman  tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab warga negara yang bangga pada bangsa indonesia.
  4. Menumbuhkan kehidupan bersama yang multikultural dan plural berdasarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
  5. Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran, paham dan semangat kebangsaan
  6. Mengembangkan keberadaan masyarakat madani sebagai pengembangan kekuasaan pemerintahan.
c. Ekonomi 
          Pancasila dalam bidang ekonomi merupakan aturan main yang mengikat setiap pelaku ekonomi. Pancasila dalam bidang ekonomi dapat dijabarkan sebagai berikut:
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi.
  2. Kemanusiaan Yang  Adil dan Beradab. Ada kehendak kuat dari seluruh masyarakat untuk mewujudkan kemerataan sosial yang sesuai dengan asas kemanusiaan.
  3. Persatuan Indonesia. Prioritas kebijaksanaan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang tangguh.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Adanya keseimbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan ditungkat nasional dengan daerah dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi untuk mencapai keadilan ekonomi.
d. Otonomi Daerah
      Otonomi daerah adalah kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

e. Pelaksanaan Otonomi Daerah
Pelaksanaan otonomi daerah merupakan titik fokus yang tidak sama sekali penting dalam rangka memperbaiki kesejahteraan rakyat. Perkembangan suatu daerah disesuaikan oleh pemerintah daerah dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing.

f. Ciri-ciri Otonomi Daerah
1) Negara Kesatuan
  • Setiap daerah tidak diakui sebagai negara berdaulat.
  • Setiap daerah memiliki perda (di bawah undang-undang).
  • Perjanjian dengan pihak asing/luar negeri harus melalui pusat.
  • Perda terikat dengan undang-undang.
  • Perda dicabut pemerintah setempat.
2) Negara Federasi
  • Setiap daerah diakui sebagai daerah berdaulat,
  • Setiap daerah mempunyai UUD yang tidak bertentangan dengan UUD negara (hukum tersendiri).
  • Perjanjian dengan pihak asing/luar harus melalui pusat.
  • UUD tidak terikat dengan undang-undang negara.
  • Perda dicabut DPR setiap daerah.
g. Sosial
      Pancasila adalah dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia.

h. Agama
Dalam bidang ini, nilai pancasila diartikan sebagai sikap peduli dan toleransi antar agama.

B. Kehidupan Bernegara Dalam Konsep NKRI Dan Federal
a. Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang dibentuk berdasarkan semangat kebangsaan (nasionalisme) oleh bangsa Indonesia yang bertujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

1.    Pengertian, Tujuan dan Fungsi Negara Secara Universal
a.    Arti Negara Secara Umum
Kata “Negara” berasal dari bahasa Sansekerta nagari atau nagara yang berarti kota. Negara memiliki arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas negara merupakan kesatuan sosial yang diatur secara institusional dan melampaui masyarakat-masyarakat terbatas untuk mewujudkan kepentingan bersama. Sedangkan dalam arti sempit negara disamakan dengan lembaga-lembaga tertinggi dalam kehidupan sosial yang mengatur, memimpin dan mengkoordinasikan masyarakat supaya hidup wajar dan berkembang terus. Negara adalah organisasi yang didalamnya ada rakyat, wilayah yang permanen dan pemerintah yang berdaulat(baik ke dalam maupun ke luar).
Setiap ahli mengartikan negara menurut titik pandangnya masing-masing. Dari bermacam-macam pengertian itu, kita dapat mengelompokkan menjadi empat, yauti : pengertian negara di tinjau dari organisasi kekuasaan, organisasi politik, organisasi kesusilaan dan integrasi antara pemerintah dengan rakyatnya.

b.   Negara ditinjau dari organisasi kekuasaan
Logemann, negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang menyatukan kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa. George Jellinek, negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah menetap di wilayah tertentu.

c.    Negara ditinjau dari organisasi politik
Roger H. Sultou, negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama rakyat. Robert M. Mac. Iver.nnegara adalah asosiasi yang berfungsi memelihara ketertiban dalam masyarakat berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh pemerintah yang diberi kekuasaan memaksa. Max Weber, negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.

d.   Negara sebagai organisasi kesusilaan
Hegel, negara merupakan organisasi kesusilaan yang timbul sebagai sintesis antara kemerdekaan individu dengan kemerdekaan universal. J. J. Rousseau, kewajiban negara adalah untuk memelihara kemerdekaan individu dan menjaga ketertiban kehidupan manusia.

e.    Negara sebagai integrasi antara pemerintahan dan rakyat
Negara dalam arti ini berarti ada hubungan yang erat antara pemerintah dengan rakyat dan teori ini biasanya disebut dengan teori integralistik. Menurut teori integralistik, negara adalah susunan masyarakat sehingga bersifat organis.

2.    Fungsi dan Tujuan Negara
Antara tujuan dan fungsi negara merupahan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Namun demikian keduanya memiliki arti yang berbeda yaitu :
No.
Tujuan
Fungsi
1.

2.

3.
Berisi sasaran-sasaran yang hendak dicapai yang telah ditetapkan.
Menunjukkan dunia cita yakni suasana ideal yang harus dejelmakan/diwujudkan.
Bersifat abstrak-ideal.
Mencerminkan suasana gerak, aktivitas nyata dalam mencapai sasaran.
Merupakan pelaksanaan/penafsiran dari tujuan yang hendak dicapai.
Bersifat riil dan konkrit.
Apabila kita hubungkan dengan negara, maka :
a.    Tujuan menunjukkan apa yang secara ideal hendak dicapai oleh suatu negara, sedangkan
b.    Fungsi adalah pelaksanaan cita-cita itu dalam kenyataan.

Tujuan Negara
Rumusan tujuan sangat penting bagi suatu negara yaitu sebagai pedoman:
a.    Penyusunan negara dan pengendalian alat perlengkapan negara.
b.    Pengatur kehidupan rakyatnya.
c.    Pengarah segala aktivitas-aktivitas negara.
Setiap negara pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan Undang - Undang Dasarnya. Tujuan msing-masing negara sangat di pengaruhi oleh tata nilai sosial, kondisi geografis, sejarah pembentukannya serta pengaruh politik dari penguasa negara. Secara umum negara mempunyai tujuan antara lain sebagai berikut :
a.    Memperluas kekuasaan semata
b.    Menyelenggarakan ketertiban umum
c.    Mencapai kesejahteraan umum

Beberapa pendapat para ahli tentang tujuan negara :
a.    Plato: tujuan negara adalah memajukan kesusilaan manusia.
b.    Roger H Soltau: tujuan negara adalah mengusahakan agar rakyat berkembang serta mengembangkan daya cipta sebebas mungkin.
c.    John Locke: tujuan negara adalah menjamin suasana hukum individu secara alamiah atau menjamin hak-hak dasar setiap individu.
d.    Harold J Laski: tujuan negara adalah menciptakan keadaan agar rakyat dapat memenuhi keinginannya secara maximal.
e.    Montesquieu: tujuan negara adalah melindungi diri manusia sehingga dapat tercipta kehidupan yang aman, tentram dan bahagia.
f. Aristoteles: tujuan negara adalah menjamin kebaikan hidup warga negaranya.

Fungsi Negara
Secara umum terlepas dari ideologi yang dianutnya, setiap negara menyelenggarakan beberapa fungsi minimum yang mutlak harus ada. Fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Melaksanakan penerbitan (Law and order): untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus melaksanakan penerbitan. Dalam fungsi ini negara dapat dikatakan sebagai stabilisator.
b.    Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
c.    Pertahanan: fungsi ini sangat diperlukan untuk menjamin tegaknya kedaulatan  negara dan mengantisipasi kemungkinan adanya serangan yang dapat mengancam kelangsungan hidup bangsa (negara). Untuk itu negara dilengkapi dengan alat pertahanan.
d. Menegakkan keadilan: fungsi ini dilaksanakan melalui lembaga peradilan.

Perbedaan Negara Kesatuan dan Negara Federasi
1.    Negara Kesatuan
Negara ini juga disebut negara Unitaris. Ditinjau dari segi susunannya, negara kesatuan adalah negara yang tidak tersusun dari beberapa negara, seperti halnya dalam negara federasi, melainkan negara itu sifatnya tunggal, artinya hanya ada satu negara, tidak ada negara di dalam negara. Jadi dengan demikian di dalam negara kesatuan itu juga hanya ada satu pemerintahan, yaitu pemerintahan pusat yang mempunyai kekuasaan atau wewenang tertinggi dalam segala sapangan pemerintahan . pemerintahan pusat inilah yang pada tungkat terakhir dan tertinggi dapat memutuskan segala sesuatau di dalam negara tersebut.

2.    Negara Federasi
Negara federasi adalah negara yang tersusun dari beberapa negara yang semula berdiri sendiri-sendiri, yang kemudian negara-negara itu mengadakan ikatan kerjasama yang efektif, tetapi disamping itu, negara-negar tersebut masing-masing ingin memiliki wewenang-wewenang yang dapat di urus sendiri. Jadi di sini tidaklah semua urusan itu diserahkan kepada pemerintahan gabungannya, atau pemerintahan federal, tetapi masih ada beberapa urusan tertentu yang tetap di  urus sendiri. Biasanya yang diserahkan tersebut meliputi: adalah urusan-urusan yang menyangkut kepentingan-kepentingan bersama dari semua negara-negara bagian tersebut, misalnya urusan keuangan, urusan angkutan bersenjata, urusan pertahanan dan sebagai semacam itu. Hal ini di maksudkan untuk menjaga sampai terjadi kesimpangan-siuran, serta supaya ada kesatuan, karena itu adalah menentukan hidup-matinyanegara tersebut. Seperti telah dikatakan di atas, bahwa negara federasi itu adalah negara yang terdiri atas penggabungan dari pada beberapa negara semula berdirisendiri.
Oleh karena itu di dalam negara federasi tersebut kita dapat adanya dua macam pemerintahan yaitu,

  • Pemerintahan federal. Ini adalah yang merupakan pemerintahan gabungan-gabungannya, atau pemerintahan ikatannya, atau pemerintahan pusatnya.
  • Pemerintahan negara bagian. Jadi negara-negara itu yang semula berdiri sendiri, di dalam negara federasi tersebut bergabung menjadi satu ikatan, dengan maksud untuk mengadakan kerjasama antar negara-negara tersebut demi kepentingan mereka bersama, dan di samping itu masih ada kebebasan hak-hak kenegaraan dari pada negara-negara bagian itu sendiri.
Ikatan kerjasama itu dapat bersifan erat atau juga bersifat agak renggang, yang hamper menyerupai perjanjian multilateral. Dan memang pada hakikatnya hubungan negara-negara di dalam negara federasi itu berdasarkan perjanjian saja, yang ada suatu waktu mungkin dapat di petuskan.
Ada beberapa macam tolak ukur yang di pergunakan untuk membedakan apakah bentuk pemerintahan itu termasuk republic atau kerajaan. Salah satu diantaranya yaitu dengan cara pengisian jabatan Kepala Negara. Dinyatakan Monarki (kerajaan) apabila jabatan Kepala Negara diisi melaliu aturan-aturan tertentu mengenai pewarisan, dan dinyatakan Republik apabila jabatan Kepala Negara diisi dengan cara lain, misalnya melalui pemilihan umum.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan materi tentang Kehidupan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan NKRI dapat disimpulkan bahwa ada tiga komponen yang harus kita jaga. Rasa nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia harus tetap kita jaga, karna lahirnya NKRI didasari dari rasa dan semangat nasionalisme untuk membangun suatu negara hasil perjuangan bersama. Multikulturalisme dan wilayah yang luas di Indonesia merupakan suatu kekayaan tersendiri bagi warga negara Indonesia yang patut dijaga agar terwujudnya suatu penyatuan integrasi nasional demi menciptakan negara Indonesia sebagai negara maju.

B. Saran
Dengan selesainya makalah tentang Kehidupan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia, diharapkan semua orang dapat ikut membantu terwujudnya kautuhan NKRI dengan menumbuhkan semangat nasionalisme dan mewujudkan suatu integrasi nasional dimulai dari diri masing-masing.

Demikian uraian di atas tentang Makalah Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga uraian di atas dapat memberikan wawasan bagi anda semua. Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel